Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, August 12, 2009

Mengubah Kebiasaan Menunda Dengan Bicara Dan Bahasa

Hari ini 12/08/2009, pas buka facebook eh ketemu ama catatan yang luar biasa  sekali… kurang lebih begini….

 

Mengubah Kebiasaan Menunda Dengan Bicara Dan Bahasa



"Penundaan adalah kuburan di mana kesempatan dimakamkan"
(Chuck Gallozzi)

Prokrasinasi atau procrastination, artinya penundaan atau menunda-nunda. Secara teknis, apa yang ditunda adalah "memulai" atau "menyelesaikan". Berapa banyak hal yang kita tunda setiap hari? Apapun alasan kita, menunda selagi kita bisa melakukannya sekarang, tidak lebih dan tidak kurang adalah menghambur-hamburkan peluang.

Inspirasi dari materi University of Texas at Austin Learning Center dan Chuck Gallozzi.

SEBAB-MUSABAB SIKAP MENUNDA

1. Kesalahan persepsi tentang hidup.

Sebagai manusia, kita tidak hanya menciptakan kata-kata. Sebaliknya, kata-kata juga membentuk persepsi kita. Ambil contoh kata "bekerja". Kata ini punya konotasi negatif. Kita seringkali tidak melihatnya sebagai berkah, melainkan sebagai beban atau hukuman. Bekerja menjadi tidak nyaman dan tidak menyenangkan, dan karena itu, ia cenderung dihindari. Itu sebabnya, kita menjadi malas.

Kita sering mengatakan "mau berangkat kerja". Bisakah Anda membayangkan kata itu diucapkan oleh Picasso, Mozart, Peter Pan, Radja, Ungu, atau Ratu? Bisakah Anda membayangkan bahwa Dian Sastro mengatakan "saya mau berangkat kerja"? Sebagai seniman, mereka jelas lebih memilih kalimat "saya mau berkarya". Apa sebabnya? Sebab mereka tidak merasa bekerja, melainkan merasa melakukan sesuatu yang disenangi atau dicintainya. Mereka merasa sedang menghasilkan karya besar. Apa artinya? Artinya, bekerja adalah media bagi mereka untuk menghasilkan berbagai masterpiece.

Dengan memahami bagaimana para seniman menikmati proses berkarya itu, kita bisa mencintai apa yang kita kerjakan.

2. Merasa kewalahan.

Kita sering merasa terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan. Dalam hal ini, kita perlu mengingat bahwa sebuah perjalanan 1.000 kilometer, selalu dimulai dengan langkah pertama. Artinya, kita harus punya keberanian untuk memulai. Sebesar apapun impian Anda, jika Anda memecahnya menjadi berbagai paket kecil, maka Anda akan tetap bisa mencapainya, satu per satu.

3. Takut gagal.

Takut gagal juga bisa menciptakan penundaan. Misalnya seseorang yang bermimpi bisa menulis buku. Selama dirinya merencanakan untuk menulisnya "pada suatu hari kelak", maka ia masih mungkin mencapainya. Ini jika ternyata ia berhasil memulainya dan kemudian bisa menyelesaikannya, tapi jika ternyata tidak ada yang membeli bukunya, maka. ..wah.....! Akan ada kegagalan.

Benarkah akan ada kegagalan? Bagaimana bisa ia gagal jika ia terus belajar dari berbagai kesalahan?

Jangan biarkan ketakutan menghentikan Anda. David J. Schwartz mengatakan, "Untuk menghadapi ketakutan, bertindaklah. Untuk semakin takut - tunggulah, berhentilah, tundalah."

4. Sifat alamiah manusia.

Secara alamiah, kita sebagai manusia ingin menghindari sakit dan meraih kesenangan. Jika Anda melihat bekerja sebagai menyakitkan dan menonton TV sebagai kesenangan, maka Anda cenderung menunda kerja dan memilih menonton TV. Jika Anda seperti ini, maka Anda termasuk "kaum sufi", alias kaum yang suka tifi.

MENGAPA HARUS SEKARANG?

SAAT INI, kita semua sedang berada di sebuah terminal transit. Keberadaan kita hanya SEMENTARA, dan kita akan melanjutkan perjalanan. Terminal itu adalah HIDUP. Jadi apalagi yang kita tunggu? Waktu untuk melakukan berbagai hal secara berbeda, saat untuk menentukan prioritas, dan terus maju menuju kesuksesan, adalah SEKARANG. Kita tidak bisa lagi menunggu lebih lama.

Tidak perlu lagi Anda memperlakukan hidup seperti hujan. Anda menunggu sampai hujan reda, kemudian baru melanjutkan perjalanan. Hidup Anda bukanlah hujan. Hidup Anda adalah WAKTU. Pakar Manajemen Waktu Alan Lakein mengatakan, "Waktu = Hidup. Sia-siakanlah waktu Anda, maka Anda menyia-nyiakan hidup Anda. Kuasai waktu Anda, maka Anda menguasai hidup Anda."

Dan pedoman hidup Anda mengatakan, "Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh."

1. Tidak waktu untuk menunda. Yang Chu (440 ~ 360 SM) mengingatkan kita, "Seratus tahun adalah hidup yang panjang. Belum tentu satu orang dari seribu yang akan mencapainya. Dan jika seseorang bisa setua itu, waktunya masih didiskon dengan kehidupan bayi dan masa kepikunan. Kemudian dikurangi lagi dengan saat tidurnya. Dikurangi lagi dengan masa sakitnya. Dikurangi lagi dengan masa sedihnya. Dikurangi lagi dengan masa takutnya. Maka jumlah waktu senangnya, hanya akan sepuluh tahun saja. Dengan begitupun, tidak ada satu jam pun yang tidak terbebas dari kekhawatiran."

Austin Dobs: "Time goes by, katamu? Ah tidak. Waktu tetap di tempatnya. Kitalah yang pergi."

2. Lebih cepat kita bertindak, lebih cepat kita belajar dari pengalaman, melakukan perbaikan, dan mendapatkan hasilnya. Ingatlah bahwa berbagai hal, akan kita lakukan lebih lama daripada yang kita bayangkan ata rencanakan. Dan lagi, kita mungkin belum akan benar di saat pertama.

Kita tidak bisa memilih hari dan waktu di mana kita akan sukses. Tapi kita bisa memilih untuk melakukannya SEKARANG. Sekaranglah saatnya untuk merealisasikan bagian awal dari sukses kita.

3. Sekalipun segala sesuatu menuntut waktu lebih lama dari yang kita bayangkan, semua itu juga lebih mudah DILAKUKAN daripada dibayangkan. Keuntungan manusiawi ini akan hilang menguap jika kita terus menunda. Saat kita menunda, jumlah tugas akan bertambah, waktu yang tersisa akan menyusut. Saat kita ingin mewadahi segala tugas di gayung kecil waktu kita, kualitas upaya kita akan menurun drastis, dan risiko melakukan kesalahan akan menjadi lebih besar. Persoalan akan meluber dan tumpah ruah membuat becek hidup kita.

Ikhwan Sopa mengatakan, "Segala hal lebih berat di kepala daripada di pundak."

Aidh Al-Qarni (pengarang "Don't Be Sad" - "La Tahzan") mengatakan, "Usahlah engkau tanggung beban dunia. Biarlah bumi saja yang menanggungnya."

Delegasikan tugas Anda ke bumi, lewat jiwa dan raga Anda.

4. Bertindak SEKARANG adalah kesimpulannya. Kekuatan Anda bertindak hanya ada pada SEKARANG. Anda tidak bisa bertindak BESOK, sebab besok belum tentu ada. Anda tidak bisa bertindak KEMARIN, sebab kemarin sudah tiada. KEMARIN dan BESOK tidak bisa membantu Anda. SEKARANG-lah yang bisa.

5. Konsekuensi dari tindakan positif akan mendongkrak nilai, rasa PD, pengetahuan atau pemahaman, dan KEKUATAN Anda. Adakah waktu yang lebih tepat untuk menikmati semua keuntungan itu selain SEKARANG?

6. Nikmati hidup Anda SEKARANG, daripada melihat orang lain menikmati hidupnya. Jadilah pemain dan bukan penonton. Daripada menonton apa yang terjadi pada diri Anda, ciptakanlah apa yang Anda inginkan terjadi pada diri Anda.

7. Temukanlah diri Anda. Kejutkanlah diri Anda, buatlah diri Anda terperangah dengan menjadi seseorang yang Anda sendiri tidak pernah membayangkannya.

8. Anda pernah menyesali waktu yang telah Anda sia-siakan? Jika ya, gunakan penyesalan itu untuk memacu Anda. Dengan bertahan pada prioritas, Anda akan melindungi diri sendiri dari penyesalan di kemudian hari.

9. Songsonglah kesempatan, dan kesempatan memang disediakan untuk mereka yang mengambil tindakan. Sekali ia menampakkan diri, Anda harus segera bertindak karena ia tak akan muncul dua kali. Kesempatan adalah cacing yang menunggu early bird.

"Tok..tok!"
"Ya, siapa di sana?"
"Ini saya, kesempatan."
"Nggak usah ngibul deh. Kesempatan tidak pernah mengetuk dua kali."

10. Jika Anda menyibukkan diri, Anda tak akan punya waktu untuk mengeluh atau jatuh di bawah pengaruh negatif orang lain.

11. Ciptakan lebih banyak waktu! Jika Anda selalu mengerjakan sesuatu segera setelah ia muncul, maka Anda telah efisien dalam bertindak. Dan dengan begitu, Anda akan punya lebih banyak waktu.

12. Alamilah kedamaian pikiran. Anda tidak akan bisa mengerjakan semua hal yang Anda inginkan. Akan tetapi, jika Anda bisa mengerjakan hal terpenting yang harus dikerjakan, maka Anda akan tidur dengan nyenyak.

Jadi kapan?
Bagaimana dengan pertengahan antara kemarin dan besok!?

MERUBAH SIKAP MENUNDA

Penundaan adalah kuburan di mana kesempatan dimakamkan. Jika waktu adalah kehidupan, maka penyia-nyian waktu adalah pembunuhan. Artinya, penundaan itu MEMATIKAN. Abraham Lincoln mengatakan, "Berbagai hal akan datang kepada mereka yang menunggu. Akan tetapi, itu semua hanya sisa dari mereka yang bergerak."

1. Klarifikasi sasaran pribadi.

Klarifikasilah sasaran pribadi Anda dengan tegas dan jelas. Pastikan Anda bisa melihat atau mengingatnya di mana saja. Apa yang "harus" adalah apa yang paling penting bagi Anda. Jika keadaan memang memaksa Anda untuk menunda, pertegas alternatifnya. "Saya mestinya belajar malam ini. Tapi saya terlalu lelah hari ini. Saya harus tidur. Saya AKAN belajar setelah sholat Subuh."

2. Ganti "harus" dengan "ingin".

Saat Anda mengatakan "harus" melakukan sesuatu, secara tidak langsung Anda mengatakan "dipaksa" melakukannya. Anda jelas akan berontak. Penundaan adalah mekanisme pertahanan Anda untuk menghindari sakitnya sebuah pemaksaan.

Solusi bagi Anda, adalah memahami bahwa Anda memang tidak perlu mengerjakan apa yang tidak ingin Anda kerjakan. Mungkin akan ada konsekuensi serius dari sikap seperti ini. Namun Anda harus memahami bahwa Anda memang selalu bebas dalam memilih. Tak ada seorang pun, yang memaksa Anda bekerja atau berbisnis sebagaimana yang Anda lakukan saat ini. Anda telah menjadi seperti sekarang ini, adalah akibat dari segala keputusan yang telah Anda ambil dengan bebas selama ini.

Ingatlah bahwa kebiasaan menunda tidak terjadi pada seluruh area kehidupan seseorang. Seseorang yang jagoan menunda sekalipun, selalu punya satu atau beberapa hal yang tidak pernah ditundanya. Orang itu selalu punya pilihan untuk INGIN mengerjakannya.

Artinya, kebiasaan menunda-nunda bisa dikurangi dengan memahami keberadaan pilihan. Anda bisa memilih untuk INGIN atau HARUS mengerjakan sesuatu. Ubahlah keharusan mengerjakan sesuatu, menjadi keinginan untuk mengerjakannya.

3. Ganti "selesaikan" dengan "mulailah".

Saat Anda merasakan bahwa pekerjaan Anda tidak pernah selesai, Anda akan merasa kewalahan. Berikutnya, godaan tentang waktu luang atau selesainya perkerjaan akan mulai mempengaruhi Anda. Anda mulai malas, dan akhirnya menunda atau membiarkan pekerjaan Anda terbengkalai. Anda telah menggeser prioritas Anda, hanya karena ingin menunda suatu pekerjaan. Ubahlah cara berpikir Anda. Pecahlah tugas Anda ke dalam paket-paket kecil. Apalagi yang harus saya kerjakan? Mana lagi yang harus saya mulai?

Gantilah:
"Bagaimana saya harus menyelesaikan semua ini?"

Menjadi:
"Langkah kecil apa yang bisa saya mulai sekarang juga?"

4. Ganti "all or nothing" dengan "better small than nothing at all".

Berpikir bahwa pekerjaan Anda harus sempurna, akan mencegah Anda untuk memulainya. Percaya bahwa mengerjakan segala sesuatu yang duniawi haruslah sempurna, adalah resep untuk stress. Jebakan sempurna, akan membuat Anda terlalu banyak berpikir dan akhirnya menggeser tindakan ke menit-menit terakhir. Dengan itu Anda telah merasa menemukan jalan keluar. Kemudian, Anda mulai bekerja. Tapi tiba -tiba, Anda menyadari bahwa waktunya tidak cukup lagi. Kemudian Anda meminta penambahan waktu. Dan jika Anda mendapatkan waktu tambahan, Anda memulainya lagi dari awal. Kemudian Anda menundanya lagi. Kurang waktu - tambah waktu - kurang waktu - tambah waktu... sampai kapan? Anda tidak akan pernah sempurna!

Kesempurnaan manusia terletak pada keterbatasan dan kekurangannya. Jika manusia tidak lagi memiliki kekurangan dan keterbatasan, maka ia tidak sempurna lagi sebagai manusia. Beri izin pada diri Anda untuk menjadi manusia seutuhnya. Menjadi manusia yang sempurna, lengkap dengan batasan dan kekurangannya.

Ketidaksempurnaan dari apa yang Anda kerjakan hari ini, adalah lebih baik daripada sesuatu yang sempurna tapi tak pernah terjadi.

5. Ganti "hu...hu...hu" dengan "ha...ha...ha".

Ubahlah suasana kerja yang tidak nyaman dengan kegembiraan. Ciptakan jaminan bahwa Anda akan bekerja dalam kegembiraan. Untuk bergembira, Anda harus menciptakannya. Kegembiraan tidak tergantung pada suasana, tapi tergantung pada kemauan Anda.

Pernahkan Anda merasakan betapa beratnya beban kerja Anda? Panjangnya jam kerja Anda? Tanpa bergembira? Lembur melulu? Yang itu-itu juga?

Pastikanlah bagian yang bisa "bergembira" dari diri Anda. Kemudian, susunlah berbagai pekerjaan Anda di sekitar dan sekelilingnya. Maka, kegembiraan Anda akan terjamin. Anda bisa senang dengan utak-atik mobil? Lakukan itu dan tunjukkan kepada teman sekantor. Anda senang ikan hias? Taruhlah akuarium di meja kerja Anda. Anda senang musik? Belilah earphone agar tak mengganggu 'kesenangan' orang lain.

Sekilas, anjuran di atas seperi kontraproduktif. Sebaliknya, secara ekstrem justru membuat Anda lebih produktif. Inilah yang disebut dengan "reverse psychology".

Dengan 'settingan' seperti di atas, jika Anda mulai merasa berlebihan dalam bergembira, maka Anda akan mulai "ingin" bekerja. Anda tidak lagi merasa "harus" bekerja, tapi Anda memang menginginkannya. Motivasi Anda akan melejit. Itu terjadi karena Anda merasa sudah cukup bergembira. Libur yang terlalu lama, akan membuat Anda rindu pada kerja. Persis seperti pengangguran yang merindukan pekerjaan.

6. Terima diri apa adanya.

Terimalah diri Anda "apa adanya". Berhentilah memikirkan "ada apanya" dengan diri Anda. Kebiasaan Anda menunda-nunda, mungkin membebani Anda. Untuk tidak menjadikannya penyebab stress lanjutan, terimalah diri Anda sebagai pembelajar:

- Beri waktu bagi diri Anda untuk berubah;
- Beri kesempatan bagi diri Anda untuk 'naik' dan 'turun';
- Hargai diri Anda untuk apapun yang Anda kerjakan;
- Sering-seringlah memaafkan diri Anda sendiri.

Setelah tanda seru berikut ini, segeralah kerjakan apapun yang Anda INGINKAN!

 

             

 

Wa… dari bacaan tersebuta kita jadi bisa memahami, dan mengerti bagaimana cara untuk mengapai tujuan/cita-cita yang kita impikan…

 

 

Ditulis ulang oleh:

Candra- internet marketer

 

http://bisnispulsa.web.id

Sunday, July 12, 2009

Eksplorasi air minum



Pas iseng-iseng baca artikel diinternet aku temuin artikel yang membahas tentang pelarangan penjualan air minum tempatnya di Bundanoon, sebuah kota kecil di Australia, menjadi tempat pertama di negeri itu, dan mungkin di dunia, yang melarang penjualan air botol kemasan. Penduduk kota kecil barat daya kota Sydney itu memberikan suaranya untuk memenangkan larangan itu dalam pemungutan suara Rabu malam (8/7).

Pengusaha lokal telah setuju untuk menghentikan penjualan air botol kemasan dan fasilitas keran air ledeng yang bisa diminum secara gratis akan dipasang di kota itu.

Sebelumnya terjadi boikot yang dipicu oleh kekhawatiran tentang dampak lingkungan dari pembotolan air minum dan transportasinya.

"Air botol kemasan memiliki peranan penting di berbagai wilayah Australia dan banyak negara di dunia, tetapi kami sebenarnya tidak memerlukannya karena kami punya suplai air yang sangat bagus," kata pengusaha lokal Huw Kingston, yang memimpin kampanye, kepada kantor berita Reuters.

"Kami bukan sekelompok penggila lingkungan, tapi kami ingin menunjukkan bahwa kami dapat bekerja sama sebagai sebuah komunitas untuk kesinambungan."

'Lebih Baik untuk dompet Anda'

Pemungutan suara di Bundanoon mendorong Perdana Menteri negara bagian New South Wales awal minggu ini untuk segera mengumumkan larangan yang sama di seluruh departemen negara bagian dan lembaga negara.

"Air ledeng tidak hanya lebih baik bagi lingkungan, tapi juga untuk dompet Anda. Anda dapat mengisi ulang botol minuman Anda 1.350 kali biaya rata-rata sebotol air," kata Nathan Rees.

Kelompok pecinta lingkungan seperti WWF yang  telah berkampanye melawan air botol kemasan, mengatakan sumberdaya telah disia-siakan karena pembotolan dan transportasi air kemasan, yang mungkin tidak lebih aman atau sehat dibanding air ledeng sementara dijual dengan harga seribu kali lebih mahal.

Sementara itu Geoff Parker, direktur the Australasian Bottled Water Institute Inc, sebuah kelompok yang mewakili industri, mengatakan larangan itu mengecewakan. "Sebotol air yang diproduksi secara lokal jauh lebih kecil dibandingkan dengan timah dari kaleng tomat yang diimpor dari luar negeri, beberapa keju impor, atau sampanye Perancis," sanggahnya. (syam/aljz)

 

Friday, July 3, 2009

Ketika cinta bertasbih


Ketika cinta bertasbih

Hari kamis 2/7/2009 malem jum’at kebetulan ada yang ngajakin gue nonton, emm, lumayan bisa ngilangin penat gue pertama tujuan gue nonton Transformers 2 asyik akhirnya aku bisa nonton trsnsformers, dalam hati aku dah mengumam… he,,,he… tapi setealah aku tiba di cito (city of tomorrow surabaya) ya abis dah semua tiket gue kalah cepet….. dan akhirnya gue nonton yang namanya Ketika Cinta Bertasbih…

Dari judulnya udah kelihatan menarik, ya udah dech aku putuskan untuk lihat ini pilem dari pada aku ga bisa nonton apa-apa, aku rame-rame nonton bersama temen-temen,… hmm, .. ternyata enak klo nonton rame-rame….

Ketika cinta bertasbih ni menceritakan seorang pelajar indonesia yang belajar di kairo mesir, selain pemuda ini alim dan taat pada ajaran agama juga baik hati, dy tak segan-segan mengulurkan bantuan bila ada yanng membutuhkan tak hanya kerabat dekatnya saja tetapi juga orang asing,.. klo ringkasan ceritanya begini :

menceritakan tentang Azzam mahasiswa Al-Azhar Cairo yang menyambi sebagai pedagang bakso dan tempe untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya di Kartasura. Azzam sangat rajin bekerja, memasarkan tempe-tempenya ke kalangan ibu-ibu Indonesia yang tinggal di Mesir. Dia juga menerima pesanan bakso untuk acara-acara yang diselenggarakan oleh KBRI. Karena seluruh
waktunya lebih banyak dia gunakan untuk membuat tempe dan berjualan bakso, maka kuliahnya agak terlantar. Sehingga sudah 9 tahun dia mengambil S1 di Al-Azhar tapi belum lulus juga. Sebenarnya Azzam adalah anak yang cerdas terbukti pada tahun pertama di Al-Azhar dia lulus dengan predikat jayyid jidan atau sangat memuaskan.

Cerita yang juga bisa menuntun kita, ketika melihat usaha dan perjuangan Khairul Azzam dalam menemukan jodohnya dengan tetap selalu teguh berpedoman kepada ajaran agama

Setting filmnya sendiri benar-benar disesuaikan dengan gambaran yang ada di novel. Penonton benar-benar akan dimanjakan dengan pemandangan Kota Kairo, Sungai Nil, Pyramid, Sphinx, Kota Alexandria dengan pemandangan laut Mediterania yang indah, Benteng Qait Bay, dan banyak lagi landscape Mesir yang sangat menarik dalam film ini

Jenis Film :Drama

Produser :Mitzy Christina, Cindy Christina

Produksi :Sinemart Pictures

Durasi : 120

Tapi sayang filem nya bersambung, membuat jadi penasaran aja….

Cast & Crew

Pemain :Kholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Meyda, Safira, Deddy Mizwar, Ninik L. Karim, Didi Petet, Habiburrahman El Shirazy, Aspar Paturusi, Prof.dr. Din Syamsudin, Slamet Rahardjo, El Manik
Tika Putri

Sutradara :Chaerul Umam

Penulis :Imam Tantowi

OST Ketika Cinta Bertasbih : Nuansa Gurun Pasir yang Dibawa Ke Telinga Anda

Film Ketika Cinta Bertasbih yang dirilis beberap saat lalu menjadi salah satu film fenomenal tahun ini. Terbukti dengan banyaknya ledakan penonton yang memadati bioskop-bioskop se-Indonesia. Wajar saja, karena film drama-religius garapan sutradara senior Chaerul Umam ini selain memiliki alur cerita yang fantastis dan visual yang menakjubkan sepanjang negara Mesir, juga menyuguhkan soundtrack yang apik dengan menggandeng musisi kawakan Melly Goeslaw dan Anto Hoed sebagai music directornya.


Sebagai lagu tema utama, telinga kita akan dihibur dengan suara Melly Goeslaw yang berduet dengan penyanyi pendatang baru, Amee (baca: Ami) dalam lagu “Ketika Cinta Bertasbih”. Suara Melly yang melengking diimbangi dengan karakter vocal Amee yang lebih kalem sehingga keduanya bisa saling melengkapi dan menghasilkan kesatuan nada yang harmonis.


Adalah Aden, seorang composer muda berbakat dari Bandung yang memang khusus menciptakan lagu ini dan menyerahkannya kepada Melly Goeslaw untuk ditulis liriknya. Sementara musik orchestra dalam lagu KCB ini digarap oleh Aksan Sjuman yang merekamnya khusus di Beijing, China dengan bantuan dari Lu Nan, seorang sound engineer yang juga anggota dari China Philharmonic Orchestra.


Selain berduet dengan Amee, Melly juga menyanyikan sendiri lagu "Ya Habibi" yang bernuansa gambus dengan bantuan special appereance voice on track “Ya Habibi” oleh penyanyi Irwansyah. Di nomer lainnya kita bisa dengarkan suara lembut dari penyanyi Ayushita yang merupakan anak asuhan Melly di Bukan Bintang Biasa (BBB), Ayushita menyanyikan lagu bernuansa sendu berjudul “Tuhan Beri Aku Cinta”.


Tidak ketinggalan penyayi senior Krisdayanti yang ikut menyumbangkan suara emasnya dalam lagu “Menanti Cinta”. Sementara semua musik scoring dalam film ini ditulis dan di conduct oleh musisi Aksan Sjuman. Menurut Melly, lirik Lagu “Ketika Cinta Bertasbih” sengaja ia bikin universal. Jadi walaupun lagu ini dijadikan theme song film religius islam tapi umat agama lainnya tetap dapat menerima syair-syairnya karena tidak ada kata Allah dalam liriknya. Dengan demikian semua orang tanpa terkecuali bisa menikmati sentuhan lembut irama gurun pasir yang disuguhkan Melly di telinga mereka. (Ind)

Track List :
01. Melly ft Amee – Ketika Cinta Bertasbih
02. Melly – Ya Habibi
03. Score – Menanti Cinta
04. Score – Tuhan Beri Aku Cinta
05. Score – Menanti Cinta Shuffle
06. Score – KCB Guitar
07. Ayushita – Tuhan Beri Aku Cinta
08. Score – Habibi
09. Krisdayanti – Menanti Cinta
10. Score – KCB
11. Score – Arabian
12. Score – TBAC Guitar



Trailer

Thursday, July 2, 2009

Google Wave

Kalian pasti udah mengenal layananan terbaru dari google yaitu google wave, sebenarnya saya sudah lama tahu keberadaan google wave tapi baru akhir-akhir ini aku sempatkan untuk membahasnya semuga ulasan artikel ini bisa bermanfaat…

Google Wave merupakan layanan komunikasi previewed , di Google I / O. "Sebuah gelombang yang memuat percakapan dan dokumen, di mana orang dapat berkomunikasi dan bekerja sama dalam bentuk teks, foto, video, peta, dan banyak lagi."

Sepertinya layanan untuk menggabungkan Gmail dan Google Docs yang menarik dalam bentuk-bebas kerja yang dapat digunakan untuk menulis dokumen kolaborasi, rencana kegiatan, bermain game atau mendiskusikan berita.

 

Google Wave telah dirancang oleh pendiri 2 teknologi, sebuah start up diperoleh oleh Google untuk membuat cutting-edge pemetaan layanan, yang kemudian menjadi Google Maps.

"Kembali pada awal 2004, Google mengambil minat dalam pemetaan kecil bernama startup 2 tech, yang didirikan oleh Jens bersaudara sangat bersemangat untuk bergabung dengan Google dan membantu menciptakan apa yang akan menjadi Google Maps. Seperti biasa, Jens datang dengan jawaban: komunikasi. Dia menyatakan bahwa dua yang paling spektakuler keberhasilan dalam komunikasi digital, email dan pesan instan, yang pada awalnya dirancang untuk meniru'60s format analog - email mimicked snail mail, dan instan mimicked panggilan telepon. Sejak saat itu, sehingga berbagai bentuk komunikasi telah invented - blog, wiki, kolaborasi dokumen, dll - dan komputer dan jaringan telah meningkat drastis. Jadi Jens diusulkan model baru komunikasi disangka bahwa semua kemajuan ini sebagai titik awal, saya segera dijual, "menjelaskan Lars Rasmussen.

"Dalam Google Wave membuat gelombang dan menambahkan orang ke sana. Setiap orang di gelombang dapat menggunakan format teks, foto, gadget, dan bahkan feed dari sumber lain di web. Mereka dapat menyisipkan balasan atau mengedit gelombang secara langsung. Ada yg berbarengan kaya-mengedit teks, di mana Anda melihat pada layar Anda hampir seketika kolaborator sesama apa yang anda ketik dalam gelombang. Itu berarti Google Wave juga hanya cocok untuk pesan cepat dimana kontennya - memungkinkan untuk berkolaborasi dan komunikasi. Anda juga dapat menggunakan "pemutaran" untuk mundur gelombang untuk melihat bagaimana ia berkembang. "

Anda dapat melihat beberapa screenshot dari layanan dan menemukan beberapa rincian tentang API yang dapat digunakan untuk memperluas layanan dan protokol yang Wave yang memungkinkan setiap orang untuk menjalankan "gelombang" server. Google menjanjikan bahwa Google Wave nanti akan tersedia tahun ini (2009).