Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, November 11, 2009

The Richest Man From Babylo2

The Richest Man From Babylon (Part One) 


Bab Empat: Temui Dewi Keberuntungan

Bab ini dimulai dengan sebuah peribahasa Babel tentang keberuntungan yaitu "Jika seorang memiliki beruntung, tidak ada meramalkan sejauh mungkin dari keberuntungan tersebut. Buang dia ke sungai Eufrata dan ia akan berenang keluar dengan mutiara di tangannya. "Kemudian, ia melanjutkan dengan diskusi tentang keberuntungan.

Orang-orang Babel kuno ingin tahu apakah ada cara untuk menarik keberuntungan. Di masa lalu dikatakan bahwa tidak ada sekolah atau perguruan tinggi di Babel. Mereka hanya memiliki pusat belajar yang disebut sebagai "Candi Pembelajaran". Candi ini sama pentingnya dengan Istana Raja, jembatan gantung Babylon dan Kuil Dewa. Candi ini diisi oleh guru-guru secara sukarela dan mereka mengajarkan topik populer dalam forum terbuka. Dalam candi ini, mereka semua bertemu dan setara. Di antara banyak yang berkunjung adalah si bijaksana dan kaya bernama Arkad, yang disebut orang terkaya di Babel. Ia memiliki ruang khusus di mana hampir setiap malam kelompok besar orang berkumpul untuk membahas dan berdebat menarik pelajaran. Aula yang penuh dengan pengetahuan tak terbatas dan hanya dapat dibuka oleh mereka yang membutuhkan pengetahuan. 

Suatu malam, mereka melakukan diskusi tentang bagaimana menarik Dewi keberuntungan untuk diri sendiri.yang dimulai oleh penenun pakaian tinggi. Pria ini berbagi cerita tentang sebuah tas dengan keping emas yang ia temukan hari itu.Arkad menyatakan bahwa keberuntungan untuk beberapa orang adalah seperti sebuah kebetulan atau kecelakaan yang dapat menimpa tanpa tujuan atau alasan. Dan orang lain percaya kepada Dewi Keberuntungan, yaitu Ashtar. Kemudian, seorang pemuda berjubah berbagi cerita tentang meja judi di mana Dewi keberuntungan sama sekali tidak hadir. Setelah itu, mereka bertanya Arkad bagaimana dia memutuskan untuk bertaruh pada kuda abu-abu dari Niniveh dalam pacuan kuda kemarin dan menang tak terduga. 

Arkad menjelaskan bahwa ia tidak percaya kepada Dewi cinta dan Kejayaan, yang membantu mereka yang membutuhkan tetapi meminta imbalan. Ia berkata bahwa ia menemukan Dewi keberuntungan tidak dalam perjudian, tetapi di tempat-tempat lain di mana tingkah laku orang lebih terpuji dan jujur dalam perdagangan di mana terdapat peluang untuk mendapatkan keuntungan dari usahanya dan transaksi. 

Dia menjelaskan bahwa ketika seorang pria melakukan perjudian, situasinya terbalik untuk kemungkinan keuntungan selalu melawannya dan selalu mendukung permainan bandar yang berarti para bandar memiliki kemungkinan menang lebih besar.

Setelah itu, Arkad bertanya kepada murid-murid di dalam kelas barang siapa antara mereka memiliki keberuntungan yang dalam genggaman mereka hanya sesaat lalu tergelincir dan hilang.

Ketika ia melihat bahwa ada banyak tangan meningkat, ia berbagi cerita tentang bapak tua memaksa anaknya yang baru menikah untuk berinvestasi di dalam rencana untuk membangun dan meningkatkan kehidupan pengairan untuk menyuburkan tanah dan anak tersebut selalu menunda-nunda. Setelah kesempatan tersebut lewat ia baru menyadari kesalahan terbesar dalam hidupnya. Lalu seorang pria berkomentar bahwa nasib baik akan datang kepada orang yang sudah siap untuk menerima kesempatan. 

Kemudian, seorang dari Suriah berbagi cerita tentang pedagang unta dan kuda dan domba yang sering kali menunda-nunda. Setelah perjalanan panjang dalam kegelapan, ia mendapat tawaran untuk membeli sembilan ratus ternak tetapi ia harus membayarnya segera karena petani membutuhkan uang mendesak. Bahkan setelah menerima perjanjian ia menolak untuk membayar petani dan ia berkata bahwa ia hanya bisa membayar di siang hari. Pada keesokan paginya, petani menjual ternaknya dengan harga tiga kali lipat karena kota itu terancam dengan pengepungan dan penyerangan. 

Pada bagian terakhir cerita, Arkad meringkas pelajaran dari diskusi; Dia mengatakan bahwa perlu untuk memanfaatkan peluang karena Dewi keberuntungan tertarik pada orang yang bisa menerima peluang. Dia melanjutkan bahwa barang siapa yang enggan menangkap peluang untuk perbaikan mereka sendiri juga menarik minat Dewi keberuntungan tetapi Dewi Keberuntungan lebih tertarik untuk membantu orang-orang yang siap untuk menerima peluang. Orang yang disukai oleh dewi keberuntungan adalah orang yang selalu bertindak. (Man Of Action).
Dia mengatakan bahwa tindakan akan membawa mereka maju untuk keberhasilan untuk mencapai keinginan mereka. Pada bagian terakhir cerita, pelajaran utama adalah "Orang yang selalu bertindak(Man Of Action) adalah orang yang disukai oleh dewi keberuntungan.”


Bab Lima: Lima Hukum Emas


Pada perjalanan mereka ke padang gurun menuju Babel, seorang pria tua bernama Kalabab memutuskan untuk menceritakan kepada teman-temannya cerita tentang Nomasir, yang merupakan anak Arkad. Kisah itu untuk menggambarkan kesulitan antara melaksanakan kebijaksanaan ketika berhadapan dengan emas dan diselimuti oleh keserakahan. Cerita dimulai ketika Kalabab seorang pemuda dan tuannya pergi ke istana Nomasir di Niniveh untuk membawa buntalan besar karpet mahal untuk dipilih oleh Nomasir. setelah Nomasir selesai memilih, ia mengundang dua orang tersebut untuk minum bersamanya tidak lupa ia juga menceritakan kisah sendiri. 

Nomasir memulai cerita dengan menyatakan bahwa salah satu kebiasaan Babilonia adalah untuk mempertahankan bahwa anak tinggal dengan orangtua mereka dan akan mewarisi kekayaan dari orangtua mereka. Dia mengatakan bahwa ayahnya tidak peduli dengan tradisi itu dan ia malah dikirim ke luar kota untuk belajar bagaimana menangani dan memperoleh kekayaan sendiri. Ia mengatakan bahwa ayahnya memerintahkannya untuk melakukan perjalanan selama sepuluh tahun dan kembali setelah itu. Arkad memberinya sekantong emas dan sebuah tablet tanah liat yang diukir cara mengatur dan mengelola emas. Nomasir setuju dengan ayahnya dan ia pergi ke Niniveh yang merupakan kota dengan pertumbuhan pesat pada waktu itu. Setelah sepuluh tahun ia kembali dan menceritakan perjalanannya kepada orangtua dan sanak keluarganya. Hal ini membuat mereka untuk berpesta. Dia mengatakan bahwa selama perjalanan ia bergabung dengan sebuah karavan dan bertemu dengan beberapa teman. Di antara teman-temannya adalah dua orang yang kemudian menipunya dalam pacuan kuda itu sebabnya ia kehilangan banyak emas. Kemudian, pria lain juga mengkhianati dirinya setelah berjanji bahwa mereka akan menjadi mitra dalam membeli toko pedagang. Hal ini mengakibatkan dia menjual kudanya, budak dan jubah ekstra untuk mendapatkan uang untuk kebutuhannya. Setelah itu, ia ingat tablet tanah liat yang diberi oleh ayahnya. Ia mempelajari kebijaksanaan tersebut sepenuh hati dan menyadari bahwa jika dia mempelajari terlebih dahulu sebelum berinvestasi maka dia tidak akan kehilangan emas. 

Dalam pesta, ia menyatakan lima hukum emas: 

1. Emas datang dengan senang hati dan dalam meningkatkan kuantitas untuk setiap orang yang menyisihkan tidak kurang dari sepersepuluh penghasilannya untuk menciptakan sebuah investasi untuk masa depannya dan keluarganya. 

2. Emas akan bekerja dengan giat bagi pemliknya yang bijaksana yang bisa menemukan pekerjaan yang benar bahkan mengalikan hingga berlipat-lipat ganda. 

3. Emas akan bergantung dan lengket serta melindungi pemiliknya yang rajin dan berinvestasi di bawah nasihat dari orang-orang bijaksana dalam penanganan. 

4. Emas akan menjauh dari orang yang berinvestasi dalam bisnis tidak dia kenal atau yang tidak disetujui oleh orang-orang yang berpengalaman.

5. Emas akan melarikan diri dari orang yang akan memaksanya untuk mendapatkan penghasilan yang mustahil atau yang mengikuti nasihat orang-orang yang berniat menipunya dan percaya pada dirinya secara membabi buta tanpa pengalaman yang memadai.

Kemudian, cerita kembali ke Kalabab dan para sahabatnya. Ia mendorong para sahabatnya untuk menerapkan pembelajaran yang mereka peroleh dari ceritanya. 


Bersambung ke Bagian ke empat...

 

 

Chapter Four: Meet the Goddess of Fortune 

This chapter begins with a Babylonian proverb about luck is "If one has luck, no one predicted the extent possible from such luck. Throw him into the river Eufrata and he would swim out with a pearl in his hand." Then he continued with a discussion of luck. 

The ancient Babylonians wanted to know if there is a way to attract good luck. In the past, said that no school or college in Babylon. They just have a learning center called the "Temple of Learning". This temple is as important as the Palace of the King, the suspension bridge Babylon and the Temple of God. This temple is filled by teachers on a voluntary basis and they teach a popular topic in a public forum. In this temple, they all met and equal. Among the many visitors is the wise and rich man named Arkad, called the richest man in Babylon. He has a special room in which almost every night a large group of people gathered to discuss and debate interesting lessons. The hall is filled with infinite knowledge and can only be opened by those who need knowledge. 

One night, they had a discussion about how to attract good fortune for themselves Goddess begins by weavers sendiri.yang high clothing. These men shared a story about a bag with gold coins that he found the day that itu.Arkad luck for some people is like a coincidence or accident that can happen without a purpose or reason. And other people believe in Goddess of Luck, which is Ashtar. Then, a young man robed sharing stories about the gambling table where the Goddess of fortune did not attend. After that, they asked Arkad how he decided to bet on the gray horse from Nineveh in the horse racing yesterday and an unexpected win. 

Arkad explained that he did not believe in the goddess of love and glory, which helps those in need but ask for compensation. He said that he found the Goddess of fortune are not into gambling, but in other places where people's behavior is more honorable and honest in trade where there are opportunities to profit from the business and transactions. 

He explained that when a man does gambling, the situation is reversed for the possibility of profit are always against him and always support the game port, which means the dealer has a greater chance to win. 

After that, Arkad asked students in the classroom if any of them have good fortune in their hands only for a moment and then slipped and lost. 

When he saw that there was a lot of hands up, he shared the story of an old father who forced her son had been married to invest in the plan to build and improve the lives of irrigation to cultivate the land and the child always procrastinate. After that occasion he realized through the biggest mistake of his life. Then a man commented that good fortune will come to those who are ready to accept the opportunity. 

Then, one of the Syrian merchants to share stories about camels and horses and sheep that often procrastinate. After a long journey in the darkness, he got an offer to purchase nine hundred cattle but he must pay it immediately because the farmers need the money urgently. Even after he refused to accept the agreement to pay the farmer and he said that he could only pay in the afternoon. On the next morning, the farmer sold his cattle at a price three times since the city was threatened with a siege and assault. 

In the last part of the story, the lessons of Arkad summarize the discussion; He said that the need to take advantage of opportunities as goddess of luck interested in people who can receive the opportunity. He continued that any who are reluctant to seize opportunities to repair their own interests Goddess Luck Goddess of luck, but more interested in helping people who are ready to accept the opportunity. People who favored by the goddess of luck is the one who always acted. (Man Of Action). 
He said that the action would bring them forward to success to achieve their desires. In the last part of the story, the main lesson is "People who always act (Man Of Action) is favored by the goddess of fortune." 

The Richest Man From Babylon (Part One) 
Chapter Five: Five of the Golden Rule 


On their journey to the desert to Babylon, an old man named Kalabab decided to tell his friends stories about Nomasir, which is Arkad children. The story was to illustrate the difficulty of implementing the policy when dealing with gold and covered by greed. The story begins when a young man and Kalabab master went to the palace at Nineveh Nomasir to carry large bundles of rugs to choose from by Nomasir. after selecting Nomasir finished, he invited two people to drink with him not forget he also tells his own story. 

Nomasir beginning of the story by stating that one of the Babylonian custom is to maintain that the children live with their parents and will inherit wealth from their parents. He said that his father does not care about tradition, and he even sent to other cities to learn how to handle themselves and gain wealth. He said that his father ordered him to travel for ten years and again after that. Arkad gave a bag of gold and a clay tablet carved out how to set up and manage the gold. Nomasir agree with his father and he went to Nineveh, which is rapidly growing city at that time. After ten years he returned and told his journey to the parents and relatives. This allows them to celebrate. He said that during the trip he joined a caravan and meet with some friends. Among his friends are two people who then deceived in the races that's why he lost a lot of gold. Later, another man was also betrayed him after promising that they will become partners in buying the store merchants. This causes him to sell his horse, a slave and an extra coat to get money for their needs. After that, he remembered the clay tablets that were given by his father. He studied the wisdom of the heart and realized that if he studied first before investing in it she will not lose gold. 

In the party, he claimed five golden law: 

1. Gold came gladly and in increasing the quantity for each person who set aside not less than one-tenth of his income to create an investment for his future and his family. 

2. Gold will work diligently for the wise pemliknya can find the right job to even multiply double folded. 

3. Gold will depend and sticky and to protect the owner who diligently and invested under the advice of wise men in the handling. 

4. Gold will stay away from people who invest in businesses he does not know or are not approved by the people who experienced. 

5. Gold will run away from those who would force him to earn the impossible, or that follow the advice of those who intend to deceive him and believe in him blindly, without adequate experience. 

Then, the story back to Kalabab and his companions. He encourages his friends to apply their lessons learned from the story. 


Continued on the part of the fourth ...

0 comments:

Post a Comment